Showing posts with label Daging. Show all posts
Showing posts with label Daging. Show all posts

Monday, May 11, 2015

Benarkah Daging Katak Lebih Sehat Dari Daging Ayam ?

JEGEG-BEAUTY, Jangan bayangkan dulu binatang amphibi yang kotor, berlendir dan gemar melompat, sebab banyak katak saat ini dikonsumsi sebagai teman nasi.

Swike, begitu sebutannya di Indonesia. Makanan asal Tionghoa ini biasanya menggunakan paha katak untuk ditumis, digoreng, dijadikan sup serta dipepes. Meski kontroversi agama dan sosial, tapi sebenarnya adakah manfaat kesehatan dari swike?

Ahli gizi, Marc Lawrence mengatakan, katak mengandung protein yang tinggi atau 16 gram per porsi dan 0,3 gram lemak. Paha katak juga kaya omega-3 asam lemak, kalium dan vitamin A. Selain itu, rasa dan tekstur dagingnya lebih lembut, seperti campuran ayam dan ikan sehingga bisa dimasak dengan cara apapun.

"Dibandingkan dengan dada ayam panggang, daging katak jauh lebih berprotein dan rendah lemak. Namun walaupun kaya gizi, hidangan yang dimasak kungpo ini memiliki kekurangan. Kombinasi bumbu utama yang terdiri dari kecap hitam dan saus tiram membuat masakan ini berkadar garam tinggi, sekitar 3 gram atau 60 persen dari jumlah konsumsi garam harian," katanya, seperti dimuat laman Menshealth, Senin (11/5/2015).

Menurut Lawrence, asupan garam sehari-hari maksimal 5 gram. Faktanya, banyak masakan katak yang dimasak dengan bumbu yang kuat sehingga menghilangkan kadar nutrisinya.

Dia menambahkan, penelitian menunjukkan kalau asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung. Jadi, jika Anda ingin mengonsumsi hidangan lezat ini, baiknya untuk makan siang. Sedangkan untuk sarapan, pilih makanan rendah sodium dan kurangi natrium untuk makan malam.

Diging Jangan Dibungkus Kantong Plastik !

JEGEG-BEAUTY, Kantong plastik belanja sering kali digunakan untuk membungkus berbagai makanan, termasuk daging. Pertimbangan yang umum biasanya karena nilai ekonomis, atau alasan bahwa kantong tersebut sulit terdekomposisi atau hancur. Kalaupun dibakar, juga menghasilkan asap tak sehat.

Yang lebih berbahaya dari itu sebenarnya yaitu kantong plastik bekas pakai sangat mungkin meracuni tubuh. Hugh Pennington, mantan profesor di University of Aberdeen, mengatakan bahwa kantong plastik seharusnya tidak boleh digunakan lagi untuk membungkus daging mentah atau sayur-sayuran dengan tanah yang masih menempel.

Hal itu karena bakteri dalam produk makanan menjadi mudah berpindah ke makanan lain.
"Walaupun dibungkus, daging mentah tetap mengandung bakteri sehingga harus dipisahkan dengan makanan lain yang biasa dikonsumsi tanpa dimasak," ucap Pennington kepada Dailymail.

Ia juga menambahkan bahwa mencuci kantong plastik dengan cairan antibakteri tidak cukup membunuh seluruh bakteri yang berpindah dari daging mentah tadi. Menurut dia, kantong plastik reusable seharusnya tidak digunakan untuk membungkus daging mentah, tetapi produk makanan yang dikemas dengan kaleng atau toples.

"Jika Anda memakai kantong plastik untuk membungkus daging mentah, Anda harus segera membuangnya," kata Pennington.

Dalam studi yang dilakukan sebelumnya oleh seorang profesor di Penn Law, Jonathan Klick, ditemukan delapan persen bakteri E.coli dalam kantong plastik yang dipakai untuk membungkus daging mentah. Sementara 97 persen orang di Inggris yang ditanya mengaku tidak pernah mencuci kantong plastik mereka.

"Studi yang dilakukan untuk mengetahui keamanan makanan telah menunjukkan persentase tinggi mengenai kantong plastik yang sebenarnya mengandung bakteri berbahaya," ujarnya.