Showing posts with label Kepala. Show all posts
Showing posts with label Kepala. Show all posts

Sunday, May 3, 2015

Kurangi Ketombe Dengan Garam

JEGEG-BEAUTY, Kepercayaan diri seseorang langsung menurun ketika mengetahui ada ketombe merajai area rambut di kepalanya. Tanpa harus mengeluarkan biaya lebih, gunakanlah garam untuk mencegahnya.

Garam yang kerap digunakan sebagai penyedap rasa masakan, telah lama dipercaya mampu mencegah tumbuhnya ketombe di kepala. Bahkan, garam yang selama ini disebut sebagai musuh manusia karena dapat menyebabkan hipertensi, dapat juga meningkatkan sirkulasi kulit kepala, menyerap kelebihan minyak dan kelembaban, dan mencegah pertumbuhan jamur di kepala.

Dikutip dari Health Me Up pada Sabtu (21/3/2015) kita dapat menggunakan garam laut yang dibuat menjadi scrub lalu digosok-gosok di kepala selama 10 sampai 15 menit, lalu bilas hingga bersih. Setelah itu, barulah dicuci menggunakan sampo yang cocok dengan kulit kepala dan jangan lupa gunakan kondisioner.

Meski garam dianggap musuh karena dapat menjadi pemicu beragam penyakit, tapi garam adalah `teman` untuk mempercantik bagian tubuh manusia. Terlebih garam laut.

Garam laut sarat akan mineral seperti magnesium, kalsium, natrium, dan kalium. Mineral ini penting bagi kesehatan kulit. Memasukkan garam ke dalam kehidupan sehari-hari yang digunakan untuk merawat kecantikan tubuh, berguna untuk menyeimbangkan dan membentengi kulit kepala dari ketombe.

Wednesday, April 29, 2015

Kebotakan Pada Pria Berpengaruh Risikonya Terkena Kanker Prostat

JEGEG-BEAUTY, Pria yang mengalami kebotakan dengan pola khas pria, yakni botak di bagian dahi ke tengah kepala atau botak di bagian belakang, memiliki peningkatan risiko meninggal akibat kanker prostat.

Peneliti menganalisis informasi dari 4.000 lebih pria Amerika Serikat berusia 25 sampai 74 tahun. Mereka dinilai oleh dokter kulit untuk dikelompokkan sebagai tidak memiliki kebotakan, atau kebotakan minimal, sedang dan parah.

Pria dengan berbagai tingkat kebotakan risikonya 56 persen lebih tinggi berpotensi mengalami kematian akibat kanker prostat pada lebih dari 21 tahun periode, dibandingkan dengan pria yang tidak kehilangan rambutnya.
Selebihnya, mereka yang mengalami kebotakan sedang risikonya 83 persen lebih tinggi.

Temuan ini mendukung hipotesis bahwa proses pembagian biologis mempengaruhi kebotakan dan kanker prostat. Satu teori menyebut, tingginya kadar hormon pria (seperti testosteron) memainkan peran dalam kondisi keduanya.

Pria dengan pola kebotakan ditemukan memiliki tingkat hormon pria lebih tinggi, dan hormon tersebut turut meningkatkan perkembangan sel kanker prostat.

Akan tetapi, Cindy Zhou selaku penulis penelitian mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk membuat rekomendasi terkait pemeriksaan pria terhadap kanker prostat berdasarkan temuan ini.

Bila temuan ini dikonfirmasi, pola kebotakan pria dapat digunakan sebagai indikator risiko pria mengalami kanker prostat, yang bisa membantu dokter mengetahui pria mana yang harus menjalani pemeriksaan kanker prostat.

Sebuah penelitian sebelumnya menemukan bahwa pria yang mulai mengalami kebotakan di usia 20 tahunan berisiko lebih tinggi mengalami kanker prostat daripada pria yang tidak mulai botak di atas usia tersebut.

Namun pada studi terbaru ini kaitan antara kebotakan dan fatalnya kanker prostat tidak mengenal usia.