Showing posts with label rokok. Show all posts
Showing posts with label rokok. Show all posts

Friday, March 20, 2015

Gates-Bloomberg resmikan lembaga dana anti rokok

JEGEG-BEAUTY, Sebuah lembaga global baru diluncurkan untuk membantu negara-negara berkembang menghadapi perlawanan industri rokok terhadap langkah-langkah pengendalian tembakau.

Dana sejumlah $ 4juta (Rp. 4 triliun lebih) digalang bersama oleh Bloomberg Philantropies dan Bill and Melinda Gates Foundation.Mereka mengatakan kemajuan upaya pengendalian tembakau sedang terancam oleh industri rokok yang memanfaatkan perjanjian dan ketentuan hukum perdagangan.

Sebaliknya perusahaan-perusahaan tembakau berdalih, yang mereka lakukan adalah melindungi investasi, termasuk hak kekayaan intelektual.Lembaga dana tersebut diluncurkan di Abu Dhabi pada konferensi internasional tentang pengendalian tembakau.EAUTY, 

Mantan Walikota New York City, Michael Bloomberg, mengatakan: "Kemajuann berarti yang telah kita capai dalam upaya mengurangi penggunaan tembakau kini terancam oleh industri rokok yang memanfaatkan perjanjian dan ketentuan hukum perdagangan.

Kedua filantropis mengungkapkan bahwa tujuan dari lembaga dana itu adalah untuk membantu negara-negara seperti Uruguay, yang telah menghabiskan lima tahun terakhir untuk berjuang menghadapi perlawanan perusahaan rokok terhadap penggunaan peringatan kesehatan berbentuk gambar pada bungkus rokok.

Australia juga menghadapi gugatan dari Organisasi Perdagangan Dunia WTO dan perusahaan rokok Philip Morris International terhadap hukum terbaru Australia yang mengharuskan semua merk rokok hanya dijual dalam bungkus yang baku.

Hukum serupa kini telah berlalu di Irlandia - dan sejak pekan ini juga di Inggris. Gates menambahkan: "Para pemimpin negara-negara yang berusaha untuk melindungi warga negaranya dari bahaya tembakau tidak boleh terhadang oleh mahalnya biaya untuk menghadapi perlawanan hukum mahal dari perusahaan-perusahaan rokok raksasa."Australia berhasil menang dalam kasus pertama, dan ini mengirimkan pesan yang kuat. Tapi negara-negara berkembang dan negara kecil tidak memiliki sumber daya yang sama."

Salah satu tujuan dari Anti-Tobacco Trade Litigation Fund, lembaga Dana Anti Litigasi Perdagangan Tembakauadalah membuat jaringan pengacara terkemuka yang - sebagian di antaranya bekerja pro bono - berpengalaman dalam litigasi perdagangan. Michael Bloomberg mengatakan: "Intinya adalah agar orang berhenti merokok Dan jadi kami pikir ini adalah pertempuran yang bagus."Ini tentu saja merupakan tujuan yang layak diperjuangkan. Yang dipertaruhkan adalah hidup dari satu miliar manusia."

Semasa menjabat sebagai walikota New York City, Bloomberg menerapkan larangan merokok di tempat umum pada tahun 2003. Sejak menyelesaikan jabatannya, Bloomberg telah mendanai dan berkampanye bagi diterapkannya hukum pengendalian tembakau di berbagai negaraDia menambahkan: "Ini soal kedaulatan: apakah suatu negara memiliki hak untuk mengatur kebijakan kesehatan masyarakatnya sendiri?""Fakta bahwa ada dana yang didedikasikan untuk menghadapi perusahaan-perusahaan tembakau di pengadilan, menegaskan pesan bahwa mereka tidak akan mendapatkan tumpangan gratis."

Seorang juru bicara Philip Morris International mengatakan: "Kami menghormati kewenangan pemerintah untuk mengatur kepentingan umum, dan kami percaya bahwa kebijakan pengendalian tembakau yang sehat dan sesuai dengan hukum internasional dapat berdampingan dengan mudah, sebagaimana sudah ditunjukkan di berbagai negara di seluruh dunia selama bertahun-tahun."Pemerintah dapat dan harus menghormati kewajiban internasional mereka ketika memberlakukan langkah-langkah pengendalian tembakau, dan dana ini dapat memasok sumber daya bagi mereka untuk melakukan hal itu."

Wednesday, March 18, 2015

Jangan Suruh Anak Beli Rokok !!!

JEGEG-BEAUTY, Anak-anak seringkali disuruh oleh orang tua atau kerabatnya untuk membeli rokok, terutama di warung. Meski terlihat sepele, hal ini secara tidak disadari bisa memicu anak untuk mengonsumsi rokok.

"Sering disuruh beli rokok seperti itu anak akan menganggap rokok itu legal, hal yang normal akibatnya, dia bisa saja mencoba rokok di usia dini," kata pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi ditemui di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jl. Samratulangie, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2015).

Secara langsung tetapi tidak disadari orang tua, menyuruh anak membeli rokok dikatakan Tulus sama saja mengenalkan rokok pada anak. Bahkan, Tulus tak menampik sering ditemukan kekerasan orang tua pada anak hanya gara-gara si anak tidak mau membelikan rokok.

"Tragis sekali ya, orang tua secara tidak sadar mengenalkan rokok pada anak, seolah-olah rokok ini normal padahal fakta sosiologisnya rokok ini abnormal," imbuh Tulus.

Praktik pembelian rokok oleh anak juga dikatakan Tulus tak lepas dari peran retailer juga pedagang eceran. Sebab, survei YLKI yang dilakukan bulan Februari-Maret tahun ini mengindikasikan bahwa penjual masij enggan menolak ketika ada pembeli rokok yang nyatanya berusia di bawah 18 tahun. Tulus menyebut berarti peraturan yang diberlakukan pemerintah bisa dikatakan belum efektif.

"Pertumbuhan konsumsi rokok di kalangan anak-anak, di Indonesia tercepat di dunia dengan prevalensi 16-17%. Bisa dikatakan ada pembiaran dari negara sehingga pertumbuhan perokok anak sangat cepat. Baby smoker pun hanya ada di Indonesia," kata Tulus.

Data Global Youth Survey tahun 2012 menyebut ada sekitar 239 ribu baby smoker di Indonesia dengan pertumbuhan baby smoker sebesar 16-17%. Di tahun 2012 Global Youth survey juga mendata ada sekitar 6 juta perokok usia 10-18 tahun di Indonesia.


Tulus juga menyinggung perlindungan negara pada anak terhadap konsumsi rokok elektrik. "Pemerintah masih biarkan e-cigarette beredar karena regulasi tidak ada, kenapa tidak dibuat regulasinya? Sudah seharusnya pemerintah melarang ini sebelum menjadi wabah baru dan jangan lupa segera ratifikasi FCTC, " imbuhnya.