Showing posts with label lari. Show all posts
Showing posts with label lari. Show all posts

Sunday, May 3, 2015

Cara Mencegah Kematian Dini

JEGEG-BEAUTY, Dua puluh persen kematian dini dapat dicegah hanya dengan berolahraga selama 150 menit dalam 7 hari. Sedangkan yang melakukannya hingga 450 menit dengan kurun waktu yang sama, dapat mencegah kematian dini sebesar 39 persen.

Hasil didapat setelah peneliti Harvard University mengelompokan 661.000 responden berusia dewasa sesuai waktu latihan yang mereka kerjakan selama 14 tahun.

Mereka yang malas olahraga berisiko tinggi alami kematian dini. Bagi mereka yang rutin olahraga walau hanya sebentar, mampu menurunkan risiko kematian dini sebesar 20 persen. Sedangkan mereka yang mengikuti pedoman selama 150 menit, diketahui mampu mencegah kematian dini sebesar 31 persen.

Tapi, hasil mengagetkan didapat para peneliti ketika melihat aktivitas kelompok terakhir yang mampu melakukannya 10 kali lebih besar dari jumlah yang direkomendasikan, yaitu mampu mencegah kematian dini sebesar 39 sampai 40 persen.

Di tempat yang berbeda, seorang peneliti senior dari James Cook University di Cairns, Australia, Klaus Gebel juga melakukan penelitian dengan melibatkan 200.000 orang dewasa. Klaus menemukan, mereka yang menghabiskan waktu sebanyak 30 persen dari total waktu selama seminggu untuk olahraga, dapat mencegah kematian lebih awal sebesar 9 persen.

Dikutip dari situs Daily Mail, Jumat (17/4/2015), Klaus mengakui kalau penelitian sebelumnya tidak menganjurkan seseorang untuk berolahraga dalam waktu yang lama. Tapi, setelah dia sendiri melakukan penelitian itu, Klaus melihat bagi mereka yang mampu melakukannya lebih dari waktu yang direkomendasikan, tidak berbahaya sama sekali.

Maka itu, Klaus menganjurkan bagi siapa saja yang tidak ingin mengalami kematian dini untuk rutin melakukan olahraga.

Thursday, April 23, 2015

Usia 5-6 Tahun, Usia Tepat untuk Melatih Anak Olahraga Lari

JEGEG-BEAUTY, Olahraga bisa menjadi salah satu cara untuk merekatkan hubungan antara orang tua dan anak, terutama saat mengisi waktu luang di hari libur. Pada anak-anak, sebenarnya ada usia tepat bagi mereka untuk bisa diajak berolahraga lari.

"Usia 5-6 tahun sudah pas lah ya. Di usia itu anak sudah bisa menirukan teknik lari yang benar yang dicontohkan oleh orang tuanya,"

Dikatakan dr Michael, bagi anak di bawah usia lima tahun sah-sah saja diajak lari. Hal terpenting pastikan bahwa si anak memang sudah pandai berjalan. Sebab, sudah bisa berjalan berarti sistem keseimbangan tubuh si kecil sudah baik, termasuk untuk berlalri.

"Kalau untuk anak di bawah lima tahun nggak apa-apa diajak lari santai. Ya, sebagai bentuk pengenalan saja. Tetapi harus tetap didampingi karena biasanya saat lari anak berisiko tinggi terjatuh lalu mengalami luka," terang dokter yang praktik di RS Mitra Kemayoran ini.

dr Michael menambahkan, secara tidak langsung ketika anak bermain kejar-kejaran ia pun sudah berlari, tetapi atmosfernya saja yang berbeda. Sebab, berlari-lari di rumah atau sekolah dilakukan dengan suasana santai.

Berbeda ketika anak diajak berlari di lintasan lari di stadion, maka akan terbentuk suasana yang serius. Sehingga ada kemauan bagi anak untuk lebih serius berlari. Teknik yang dilakukan pun harus mengikuti prosedur yang berlaku.

"Lari di lintasan bisa membiasakan akan disiplin. Jangan lupa saat lari anak pakai sepatu serta pakaian yang nyaman. Kalau ada masalah di kakinya tapi ingin berlari, baiknya periksakan dulu ke dokter olahraga," terang dr Michael.

Nah, jika Anda ingin makin kompak dengan anak saat berolahraga di akhir pekan, tak ada salahnya mendaftarkan diri dalam event Jakarta Kids Dash, event lomba lari anak-orang tua yang akan digelar pada 19 Oktober 2014. Pendaftarannya dibuka mulai 26 Agustus-5 Oktober 2014.

Wednesday, April 15, 2015

Mengetahui Kesuburan Pria dari Ketahanannya Saat Jogging

JEGEG-BEAUTY, Bagi Anda perempuan yang ingin mengetahui kemampuan reproduksi pasangan, bisa mengecek dari kemampuan berlarinya. Pria yang memiliki kesehatan reproduksi yang baik cenderung memiliki kemampuan berlari jarak jauh menurut studi yang dilakukan peneliti dari University of Cambridge.

"Berdasarkan pengamatan, kemampuan pria untuk bertahan lari jarak jauh memiliki hubungan dengan kemampuan reproduksi pria yang baik," terang penulis utama dokter Danny Longman seperti dilansir NY Daily News, Selasa (14/4/2015).

Pada zaman dahulu, kemampuan berlari seorang pria mampu memikat wanita karena hal terkait dengan kemampuan pria mencari makanan dan membuat kehidupan wanita sejahtera. Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan makanan menandakan pria tersebut menyayangi keluarga.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PlOs One ini yang menyimpulkan hal di atas terhadap 542 pelari di half marathon tahun 2013.

Thursday, March 26, 2015

Rutin Joging Bikin Panjang Umur

JEGEG-BEAUTY, Joging bisa jadi salah satu olahraga favorit sebagian besar orang. Jika ingin mempertahankan kebugaran tubuh dan lebih panjang umur, joging dengan jarak pendek lebih dianjurkan lho.

Berdasarkan studi terbaru yang dilakukan Copenhagen City Heart Study, Frederiksberg Hospital, Copenhagen, Denmark, peneliti menemukan bahwa pejoging ringan memiliki tingkat kematian yang lebih rendah.

Untuk studi ini, selama 12 tahun peneliti memantau 1.098 pelari sehat dan 413 orang sehat lain tapi yang tidak terbiasa joging. Tim peneliti juga memperhitungkan lama dan frekuensi joging, serta persepsi kecepatan berlari.

"Temuan kami menunjukkan joging 1-2,4 jam seminggu memiliki angka kematian lebih rendah. Frekuensinya pun tidak lebih dari 3 kali per minggu. Sebaliknya, joging dengan intensitas berat dan dalam waktu lama memilik tingkat kematian setara dengan peserta yang tidak terbiasa joging," jelas ketua studi Dr Peter Schnohr, MD, DMSc.

Peneliti mencatat ada 28 kematian di antara mereka yang rutin joging dan terdapat 128 kasus kematian pada mereka yang tidak joging. Kebanyakan kasus kematian berhubungan dengan penyakit kardiovaskular, demikian tulis peneliti dalam laporannya di Journal of the American College of Cardiology, dikutip pada JUmat (6/2/2015).

Peserta yang rutin joging pun rata-rata memiliki badan yang lebih ramping, lebih muda, memiliki tekanan darah lebih rendah, serta prevalensi diabetes dan merokok yang lebih rendah. Berangkat dari studi ini, Schnohr menekankan pentingnya mengetahui kapasitas tubuh ketika berolahraga.

"Tak perlu dipaksakan, sebab yang penting sesuaikan porsi olahraga dengan kemampuan tubuh Anda sehingga manfaat joging ataupun olahraga lain bisa optimal bagi kesehatan. Asal rutin, joging ringan berguna untuk Anda ketimbang joging berat tetapi Anda paksakan," tutur Schnohr.

Jika terlalu dipaksakan, maka yang ada usaha joging untuk membuat tubuh bugar justru membahayakan diri sendiri. "Penting sekali untuk mengukur kemampuan tubuh dengan jenis olahraga yang Anda lakukan," ujar Schnohr.

Tuesday, March 24, 2015

Mengurangi Resiko Serangan Jantung dengan Hobi Joging

JEGEG-BEAUTY, Menekuni hobi memang bisa membuat kita merasa lebih bahagia. Apalagi bila hobi tersebut berupa olahraga, karena bonusnya adalah tubuh yang lebih bugar dan sehat. Sebuah studi baru bahkan menyebutkan, orang yang hobi berlari, meski tidak terlalu cepat atau jauh, cenderung memiliki risiko kematian yang lebih kecil karena penyakit jantung daripada orang yang tidak berlari.

Dalam studi berskala besar tersebut, para peneliti melakukan survei terhadap sejumlah orang seputar kebiasaan lari mereka. Lalu, peneliti membagi mereka ke dalam kelompok pelari dan bukan pelari.
Kurang lebih studi ini melibatkan 55.000 peserta berusia 18 hingga 100 tahun. Peserta menjawab pertanyaan tentang kebiasaan aktivitas fisik yang mereka lakukan selama tiga bulan terakhir, termasuk kecepatan dan kecepatan berlari. Mereka kemudian dibagi menjadi lima kelompok tergantung pada seberapa banyak mereka berlari setiap minggunya, sebagian peserta bahkan ada yang tidak pernah berlari.

Peneliti kemudian mengikuti peserta dengan melihat catatan riwayat kesehatan mereka selama kurang lebih 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat ada 3.400 peserta yang meninggal, 1.200 di antaranya diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), termasuk serangan jantung dan stroke.

Peneliti menemukan, orang yang hobi berlari rata-rata memiliki risiko kematian 30 persen lebih rendah selama periode studi ini. Mereka juga mengalami 45 persen risiko lebih rendah meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Manfaat tersebut masih dapat dirasakan bahkan pada peserta yang berlari kurang dari 51 menit atau kurang dari 9,6 kilometer seminggu. Menurut studi yang dipublikasi dalam Journal of the American College of Cadiology tersebut, pelari yang berlari dengan kecepatan kurang dari 10 km per jam pun mendapat manfaat yang serupa.

Dr Kasper Andersen dari Uppsala University Hospital di Swedia yang tidak terlibat dalam studi ini mengatakan, hasil dari studi ini cukup menggembirakan. Pasalnya orang tidak perlu berlari jarak jauh hanya untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari beraktivitas fisik.

Kendati demikian, peneliti menganggap studi ini masih memiliki kekurangan yaitu belum dapat mengontrol perbedaan antara kelompok peserta, misalnya untuk faktor-faktor gaya hidup lainnya selain hobi berlari. Karena itu belum dapat dipastikan apakah hasil tersebut tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya tersebut.

Joging Lebih Baik dari Lari Cepat

JEGEG-BEAUTY, Joging atau lari pelan dinilai lebih menyehatkan dibanding terlalu sering lari cepat. Berdasarkan penelitian di Denmark, joging beberapa kali dalam seminggu dapat memperpanjang usia hidup. Sebaliknya, jika terlalu keras melakukan olahraga lari malah tidak baik bagi kesehatan.

Peneliti menganalisis sekitar 1.000 orang yang suka lari dengan usia 20 sampai 86 tahun dan 400 orang yang sehat tetapi tidak joging. Hasil analisis menunjukkan, mereka yang joging memiliki usia hidup yang lebih lama daripada yang tidak. Penelitian ini telah diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology.

Peneliti menjelaskan, yang dimaksud dengan joging, yaitu menempuh 8 km per jam beberapa kali saja dalam seminggu dan total lari kurang dari 2,5 jam selama seminggu. Sedangkan lari yang cukup berat yaitu mereka yang berlari dengan kecepatan lebih dari 11 km per jam dan total lebih dari 4 jam dalam seminggu.

"Temuan ini menunjukkan olahraga ada batasnya untuk dapat optimal manfaatnya bagi kesehatan," ujar peneliti dari Copenhagen City Heart Study dan Rumah Sakit Frederiksberg di Denmark, dokter Peter Schnohr.Menurut Peter, untuk melakukan olahraga berat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh.  Jika tujuan Anda berolahraga adalah untuk panjang umur, maka jogging beberapa kali dalam seminggu adalah pilihan tepat. Olahraga berat dinilai tidak aman bagi kesehatan jantung.

Hal senada dikatakan dokter Karol Watson dari Universitas California, Los Angeles. Menurut dia, sejumlah penelitian sebelumnya pun menunjukkan hasil yang sama dengan penelitian kali ini.
Menurutnya, menjadi pelari maraton tetap bermanfaat bagi kesehatan jantung, tapi mereka juga harus mewaspadai peningkatan risiko kematian jika dibandingkan dengan pelari jarak menengah.
Menurut Duck-chul Lee, dari Departemen Kinesiology di Iowa State University, penelitian ini bukan untuk menakut-nakuti orang yang melakukan olahraga berat. Para ahli berharap penelitian ini dapat mengungkapkan berapa lama sebaiknya seseorang melakukan olahraga.