Showing posts with label Kolesterol. Show all posts
Showing posts with label Kolesterol. Show all posts

Monday, May 18, 2015

Cara Turunkan Kolesterol

JEGEG-BEAUTY,  Cara menurunkan kadar kolesterol tampaknya menjadi masalah maha penting dewasa ini. Efek dari kolesterol tinggi memang cukup menakutkan bagi kesehatan karena bisa memicu penyakit jantung dan stroke.

Seperti diketahui, pola makan yang sehat dan seimbang, rutin olahraga, dan bantuan obat bisa menjadi cara terbaik untuk mendapatkan perubahan kadar kolesterol secara nyata.
Tetapi, sebenarnya ada juga metode tak biasa yang sudah dilakukan banyak orang untuk mendapatkan level kolesterol yang normal. Sebagian dari metode tersebut cukup berhasil menurunkan 5-10 persen level kolesterol. Apa sajakah misalnya?

1. Ekstrak bawang 
Dalam sebuah penelitian terungkap, ekstrak bawang merah bisa menurunkan level kolesterol total dalam percobaan pada tikus yang diabetes. Penelitian lain juga menunjukkan ekstrak bawang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan gula darah.

Tetapi, penelitian-penelitian tersebut dilakukan pada tikus, bukan manusia. Deepika Gopal, ahli penyakit jantung di The Heart Hospital Baylor Plano, yakin bahwa bawang merah dan putih memiliki kandungan penurun kolesterol. Apalagi dalam ilmu pengobatan kuno bawang diketahui memang memiliki khasiat penyembuhan.

2. Jamur beras merah
Jamur beras, jenis jamur yang ditumbuhkan dalam nasi fermentasi, mengandung komponen yang disebut monacolin K. Ini merupakan komponan yang sama seperti dalam obat jenis statin seperti lovastatin.

Seperti halnya dalam obat, monacolin K juga menghadang liver membentuk kolesterol yang diperlukan tubuh untuk melindungi sel. Karena tidak ada kolesterol yang diproduksi, liver akan mengubah reseptor LDL untuk membuang kolesterol jahat. Jamur ini bisa didapatkan dalam bentuk suplemen.

3. Obat pencahar
Obat pencahar bukan hanya membuat "urusan ke belakang" lebih lancar, tapi juga menurunkan kolesterol jika kita mengonsumsinya secara tepat. Serat larut yang ditemukan dalam pencahar, seperti Metamucil, akan menghambat penyerapan kolesterol dalam darah.

Karena metamucil hanya mengambil kolesterol dari makanan, bukan yang diproduksi oleh tubuh, maka obat ini lebih efektif jika dikonsumsi pada periode makan besar. Selain menghambat penyerapan kolesterol, serat larut seperti metamucil juga memiliki efek menurunkan kolesterol dengan cara membuat kita merasa kenyang lebih lama.

4. Fitosterol
Jenis kolesterol yang dihasilkan dari tanaman, yakni fitosterol, bisa memperbaiki level kolesterol dengan mengubah kolesterol dalam tubuh. Fitosterol ini mirip dengan serat larut seperti metamucil. Mereka akan mengikat kolesterol dalam makanan yang kita asup sehingga langsung dimetabolisme. Kita bisa mendapatkan fitosterol dari makanan, seperti buah dan sayuran, kacang-kacangan, atau oatmeal.

5. Red wine
Rutin mengonsumsi red wine diketahui akan meningkatkan level kolesterol baik (HDL). Makin baik kadar HDL dalam darah, makin bersih kondisi arteri kita. Tapi, konsumsi alkohol dalam terlalu banyak berdampak buruk bagi tubuh. Karena itu batasi konsumsinya.

Thursday, March 26, 2015

Maanfaat Daun Kelor

JEGEG-BEAUTY, (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman yang bisa tumbuh subur di beberapa wilayah Indonesia. Beberapa tahun terakhir popularitas manfaat kesehatan dari daun kelor melonjak tajam. Namun tidak sedikit juga yang belum mengetahui manfaatnya.

Menurut herbalis dari Yayasan Pengembangan Tanaman Obat Karyasari, Tati Winarto, daun kelor merupakan salah satu tanaman obat yang punya banyak kandungan gizi. Dua diantaranya Vitamin A dan kalsium.

"Kandungan Vitamin A dalam daun kelor berfungsi untuk menjaga kesehatan mata mulai dari mengurangi risiko mata minus, plus, silinder dan katarak. Daun kelor pun baik bila dikonsumsi oleh diabetesi untuk menjernihkan pandangan matanya,"

Tak cuma itu, tanaman kelor yang masih mudah didapatkan di daerah-daerah pun ada baiknya diberikan kepada anak-anak yang kekurangan gizi untuk bantu perbaikan gizi. Misalnya diolah sebagai sayur bening yang tak kalah enaknya dengan sayuran lain seperti bayam maupun katuk.

Ibu menyusui pun disarankan untuk mengonsumsi daun yang berasal dari pohon yang sering disebut-sebut sebagai 'pohon ajaib' ini. Menurut Tati, tingginya kandungan gizi bisa menambah produksi air susu ibu yang baik untuk tumbuh dan kembang bayi.

Berbagai penelitian pun sebutkan manfaat dari daun kelor dalam bantu sehatkan tubuh seperti dilansir Live Strong, Selasa (10/3/2015), yaitu:

1. Melindungi tubuh dari bakteri
Ektrak daun kelor mengandung senyawa yang menunjukkan sifat antibakteri. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Bayero Journal of Pure and Applied Sciences, ekstrak daun kelor menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang tidak baik untuk tubuh seperti Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter aerogenes dan Escherichia coli.

2. Turunkan tekanan darah dan kolesterol
Salah satu manfaat tak terduga daun kelor yakni membantu menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol. Hal ini terbukti dalam sebuah artikel dalm jurnal Phytotherapy Research. Hal ini disebabkan daun kelor mengandung zat hiocarbamate glikosida, nitrile dan glikosida minyak mustard, yang membantu menurunkan tekanan darah.
Lalu, kandungan phytoconstituent bioaktif dalam daun kelor bantu jaga kadar kolesterol tetap sehat.

3. Lindungi ginjal
Makanan sehat bantu ginjal bekerja lebih baik, sebaliknya makanan tidak sehat seperti kaya lemak malah akan menumpuk di ginjal yang menyebabkan masalah kesehatan. Nah, dengan konsumsi daun kelor dapat membantu mengembalikkan mengembalikan kesehatan ginjal yang sudah tidak baik. Hal ini dibuktikan dalam studi yang dipublikasikan dalam Indian Journal of Experimental Biology edisi Juni 2012.

Tuesday, March 24, 2015

Pola Makan Saat Kecil Berpengaruh Pada Jantung Saat Dewasa

JEGEG-BEAUTY, Selain penting untuk mulai dikenalkan pada anak sedini mungkin, pola makan yang sehat juga berguna untuk melindungi jantungnya kelak. Studi mengungkapkan bila sejak kecil seseorang terbiasa makan dengan pola tak sehat, kebiasaan tersebut akan memengaruhi jantungnya kelak saat dewasa.

Dipublikasikan dalam jurnal Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes, studi ini mengungkapkan bahwa kesehatan jantung yang optimal pada anak-anak saat lahir, dapat menurun seiring dengan perilaku gaya hidupnya yang tidak sehat.

"Semakin baik orang tua melengkapi anak-anaknya dengan kebiasaan untuk memilih makanan sehat, maka kesehatan jantungnya akan tetap sehat kelak di masa dewasanya. Kesehatan jantung sendiri sangat penting bagi orang dewasa," ungkap peneliti dari Northwestern University, Donald M. Lloyd-Jones, seperti dikutip dari Health Me Up.

Temuan menunjukkan bahwa anak-anak biasanya sejak awal memiliki kesehatan jantung dan tekanan darah yang optimal. Namun Lloyd-Jones menambahkan bahwa jika anak-anak tersebut memiliki pola makan yang buruk, maka akan memperburuk juga indeks massa tubuh (IMT) dan kadar kolesterolnya.

Dalam membuktikan teori ini, para peneliti menganalisis IMT, diet sehat, kadar kolesterol dan tekanan darah pada 8.961 orang anak usia 2-11 tahun yang berpartisipasi dalam National Health and Nutrition Surveys (NHANES) selama tahun 2003-2010.

Sehubungan dengan diet, kurang dari 10 persen anak-anak mengonsumsi jumlah buah, sayuran, ikan, dan biji-bijian yang disarankan setiap hari. Sekitar 90 persen anak-anak makan lebih banyak natrium dan 50 persen mengonsumsi lebih banyak kalori dari minuman manis. Bagian terburuknya, 40 persen anak-anak memiliki kadar kolesterol tingkat moderat dan 30 persen dari anak-anak tersebut mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Sunday, March 22, 2015

Cara Kontrol Berat Badan dan Kadar Kolesterol Jahat

JEGEG-BEAUTY, Pola makan yang sehat, terutama bagi yang sedang menurunkan berat badan, memang seolah rumit dan banyak pantangan. Tak jarang, meski sudah diet ketat namun berat badan yang menjadi target tak juga tercapai. Mungkin Anda lupa memasukkan makanan ini dalam diet. 

Serat adalah bahan makanan yang dianggap sangat penting untuk membantu kita menurunkan berat badan dan juga lebih sehat. Kesimpulan ini disampaikan tim peneliti dari University of Massachusetts Medical School. 

Beberapa penelitian sebelumnya jgua menyebutkan, serat bisa membuat perut terasa kenyang lebih lama, makan lebih sedikit, dan memperbaiki beberapa penanda metabolik seperti tekanan darah, level kolesterol, dan gula darah.

Studi terbaru ini dilakukan terhadap 240 orang yang menunjukkan gejala prediabetes. Responden secara acak diminta menjalani diet yang direkomendasikan oleh Asosiasi Jantung Amerika (AHA) bagi orang yang beresiko tinggi diabetes atau memperbanyak serat dalam pola makannya.

Diet AHA lebih fokus pada mengurangi asupan kalori harian untuk menurunkan berat badan dan mereka juga harus membatasi asupan lemak jenuh. Cukup rumit bagi orang yang malas menghitung setiap asupan kalori

Sementara itu kelompok diet serat hanya diminta lebih banyak mengasup makanan kaya serat seperti buah, sayuran, dan serelia utuh, setidaknya 30 gram setiap hari.

Setelah setahun, kedua kelompok responden ini mengalami penurunan berat badan yang sama. Yang mengejutkan, para responden juga mengalami penurunan kadar kolesterol, tekanan darah, gula darah, dan inflamasi.

"Ternyata hanya dengan mengubah satu hal, responden di kelompok diet serat bisa meningkatkan kualitas pola makannya, turun berat badan, serta lebih sehat," kata Dr.Yunsheng Ma, salah satu peneliti.

Jadi, mulailah mengonsumsi serat.