Showing posts with label Konsumsi. Show all posts
Showing posts with label Konsumsi. Show all posts

Sunday, May 3, 2015

makan Apel Dapat Pica Keingan Membeli Buah Buahan

JEGEG-BEAUTY, Saat berbelanja bulanan, aneka makanan kesukaan yang sebenarnya tidak terlalu sehat dibeli demi memenuhi keinginan. Untuk mengurangi keinginan membeli aneka makanan kurang sehat seperti keripik atau mi instan coba konsumsi apel dulu sebelum berbelanja.

Makan apel sebelum berbelanja ternyata bisa lho membuat seseorang membeli 25 persen lebih banyak buah dan sayuran. Ini dibuktikan lewat studi yang dilakukan peneliti dari Cornell University, Amerika Serikat.

Hal ini diketahui setelah peneliti mencoba memberikan opsi kepada tiga kelompok sebelum berbelanja. Ada yang mengonsumsi apel, kue, dan tidak makan apapun sebelum berbelanja. Ternyata, yang mengonsumsi apel berbelanja sayur dan buah lebih banyak 28 persen dibandingkan yang makan kue. Serta 25 persen lebih banyak berbelanja makanan sehat dibandingkan yang tidak diberikan makanan.

Ternyata, memberikan makanan sehat sebelum berbelanja tidak hanya membuat mereka berkurang rasa laparnya tapi juga mengarahkan membeli makanan sehat.

"Hal ini membuktikan bahwa makanan sebelum berbelanja dapat menempatkan seseorang ke dalam pola pikir sehat serta mengarahkan memimilih makanan yang baik," terang peneliti Anel Tal seperti dilansir Daily Mail, Minggu (3/5/2015).

Wednesday, April 22, 2015

Konsumsi 4 Telur Seminggu Aman bagi Kolesterol


JEGEG-BEAUTY, Makanan tinggi lemak tak selalu buruk. Melihat pentingnya lemak dalam makanan untuk kesehatan, peneliti dari Lund University di Swedia lakukan penelitian dengan memeriksa sejumlah sumber lemak jenuh dan lemak jenis lainnya yang dikaitkan bagi kesehatan kita.

Seperti dilansir dari laman Mirror pada Sabtu (4/4/2015) para peneliti menyebut, konsumsi empat butir telur seminggu dikatakan bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 37 persen, dibanding pria yang hanya mengonsumsi sebutir setiap minggu.

Selama ini telur dianggap tidak sehat karena memengaruhi kadar kolesterol. Tapi, penelitian terbaru ini justru menunjukan sebaliknya. "Konsumsi empat butir telur per minggu tidak berpengaruh lebih," kata peneliti itu.

Hanya saja, daging tinggi lemak tidak masuk `daftar` karena berisiko meningkatkan diabetes tipe dua.

Wednesday, April 1, 2015

Jangan Sembarang Beli Ayam Potong

JEGEG-BEAUTY, Berhati-hatilah ketika membeli ayam potong. Beberapa peternak rupanya telah menyuntik ayam dengan hormon estrogen. Hormon tersebut disuntikkan untuk mempercepat pertumbuhan hewan sehingga dikenal dengan hormon pertumbuhan (growth hormone).

Menurut Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) Agustin Kusumayati, konsumsi ayam yang disuntik hormon dapat memengaruhi hormon anak laki-laki yang masih dalam masa pertumbuhan."Kalau anak kita laki-laki suka sekali makan ayam yang gemuk-gemuk, sementara ayam di peternakan disuntik hormon, dan hormonnya itu hormon perempuan (estrogen), jangan heran penisnya bisa menjadi kecil," kata Agustin dalam diskusi keamanan pangan di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Tak hanya itu, menurut Agustin, hal tersebut juga bisa membuat perilaku anak laki-laki menjadi seperti perempuan. Adapun bagi anak perempuan, terlalu banyak konsumsi ayam yang disuntik hormon dapat mempercepat datangnya haid."Misalnya sekarang ada anak-anak usia 9 tahun yang sudah haid. Padahal biasanya umur 11 atau 12 tahun," kata Agustin.

Meskipun dilarang, Agustin menduga masih ada peternak yang menyuntikkan hormon tersebut. Sayangnya, tidak mudah membedakan ayam yang disuntik hormon ataupun yang tidak. Namun, biasanya, ayam yang disuntik hormon adalah ayam negeri dan secara fisik terlihat gemuk.

Tak hanya ayam, hewan ternak lain, seperti sapi, juga bisa disuntik hormon. Namun, menurut Agustin, jumlah kasusnya sangat sedikit jika dibanding ayam.Selain itu, menurut Agustin, ayam yang diberi suntikan tersebut bisa saja ditemukan di pasar tradisional ataupun swalayan. Agustin pun meminta konsumen untuk lebih pandai memilih makanan yang akan dikonsumsi.

Tidak Semua Ikan Sehat

JEGEG-BEAUTY, Jika ingin sehat, sering-seringlah mengonsumsi ikan! Begitu anjuran yang sering kita dengar. Ikan memang mengandung protein dan asam lemak yang baik, tapi sehat tidaknya ikan sangat bergantung pada lingkungan di mana makhluk laut ini tinggal.

Polutan yang mencemari laut bukan hanya berdampak pada hewan-hewan laut tapi kesehatan manusia dan lingkungan.

Semakin banyaknya spesies ikan yang ditangkap menggunakan alat dan proses yang tidak sesuai, akan menyebabkan ikan terkontaminasi dengan logam, bahan kimia industri, pestisida atau parasit.

Risiko lain yang dapat terjadi adalah penyakit akibat makanan, penipuan dalam pemasaran, dan penangkapan ikan yang tidak memperhatikan kelanjutan jangka panjang.

Menurut Brian Clement, penulis buku “Killer Fish: How Eating Aquatic Life Endangers Your Health”, berikut adalah beberapa jenis ikan yang sebaiknya kita hindari.

1. Ikan todak (Swordfish)
Ikan todak mengandung kadar merkuri yang tinggi," terang Frankie Terzoli, seorang chef yang juga kontestan acara Top Chef.

Clement juga menambahkan, kandungan merkuri yang terdapat dalam ikan akan terus terakumulasi dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, ikan yang telah berumur tua dan berukuran besar, seperti ikan todak dan hiu akan membawa racun yang lebih banyak. Racun ini berasal dari hewan laut kecil yang diserap sebagai makanannya.

Selain itu, sebagian besar ikan todak ditangkap menggunakan long line (tali pancing yang disusun panjang dengan kait dan umpan di setiap ujungnya), metode ini akan menyebabkan terancamnya makhluk laut yang hampir punah, seperti penyu, hiu, dan burung laut.

2. Gindara (Escolar)
Ikan gindara sering disebut sebagai "tuna putih", daging ikan ini dikenal sangat lezat, namun jika dimakan terlalu banyak  akan menyebabkan diare.

Ikan gindara mengandung zat lemak yang dapat dicerna bernama gempylotoxin, yang memberikan senasi rasa mentega yang menggiurkan. Namun zat lemak itu akan menyebabkan masalah pada usus jika berlebihan dalam mengonsumsinya. Sebaiknya Anda cukup mengkonsumsi ikan ini sebanyak 6 ons atau kurang.

3. Mahi-mahi
Para pecinta makanan laut sangat menggemari ikan ini, namun Anda perlu berhati-hati mengonsumsi jenis ikan ini. Ikan ini merupakan anggota dari keluarga Scombriade yang dapat menyebabkan keracunan histamine atau keracunan scrombroid.

Jika ikan ini tidak disimpan secara benar, maka bakteri akan dengan mudah memecah asam amino histidin pada ikan, sehingga akan membentuk histamin, yang dapat menimbulkan penyakit menyerupai reaksi alergi.

"Ikan ini akan menjadi produsen histamin jika seluruh proses pemasokannya tidak dijaga dengan baik," kata chef Frankie Terzoli. Beberapa ikan mahi-mahi yang mengadung kadar histamin tinggi, tidak akan menimbulkan aroma busuk sama sekali. Sementara, pada kondisi ikan mahi-mahi lainnya dapat menimbulkan aroma tidak sedap atau bahkan akan berbentuk seperti sarang madu saat diolah atau dimasak.

4. Chilean Sea Bass (Patagonian Toothfish)
Jika Anda ingin mengonsumsi jenis ikan ini, maka Anda perlu mengetahui darimana ikan ini berasal. Chilean Sea Bass ini terancam oleh penangkapan yang berlebihan akibat permintaan yang sangat tinggi, namun persediaannya terbatas