Showing posts with label Teh. Show all posts
Showing posts with label Teh. Show all posts

Sunday, May 3, 2015

Benar Teh Hijau Lebih Sehat dari pada Teh Hitam?


JEGEG-BEAUTY, Ada beragam jenis teh yang beredar di pasaran. Dari sekian banyak jenis, teh hijau dan teh hitam lah yang paling kerap kita temui di toko-toko swalayan. Tapi banyak orang tidak tahu apa beda sesungguhnya kedua jenis teh ini.

Kedua jenis teh berasal dari tanaman yang sama, dimana perbedaan ada di antara proses. Teh hijau diproses tanpa dikeringkan terlebih dahulu, sedangkan teh hitam dikeringkan dengan cara dipanggang atau dijemur terlebih dahulu. Selain itu, pada pembuatan teh hitam, diperlukan fermentasi, dimana pada pembuatan teh hijau, proses itu dicegah.

"Karenanya, kadar antioksidan teh hitam jadi lebih rendah. Padahal, antioksidan merupakan senyawa yang bermanfaat untuk mencegah resiko penyakit jantung, Parkinson's, Alzheimer's, dan kanker,"ujar Kepala Pemasaran PT ABC Indonesia Nurkori.

Namun, jangan buru-buru menghindari teh hitam, karena proses fermentasi pada teh hitam menambah zat theaflavins dan thearubiger pada teh, yang berfungsi memberi antibodi pada usus dan mencegah berbagai penyakit pencernaan.

Selain itu, kadar fluoride yang terkandung dalam teh hitam lebih banyak, dimana zat itu berfungsi memperkuat gigi dan tulang. Zat yang cukup signifikan perbedaan jumlahnya dalam teh hitam dan teh hijau adalah kadar kafein. Teh hijau mengandung kadar kafein yang hanya berjumlah 9 sampai 50 miligram per cangkir.

Bandingkan dengan teh hitam yang memiliki kadar kafein 42 sampai 72 miligram per cangkir. Namun jumlah ini masih lebih sedikit dibandingkan kopi, seperti dikutip dari laman livestrong.com, Kamis (30/4/2015).

Tidak ada manfaat buruk yang sudah terbukti dari keduanya. Namun, jika dilihat manfaatnya, sepertinya teh hijau cocok diminum pada malam hari, sedangkan untuk memberi asupan energi di pagi hari, teh hitam bisa menjadi pilihan.

Thursday, April 23, 2015

Teh Chamomile Kurangi Risiko Kanker Tiroid

JEGEG-BEAUTY,  Konsumsi teh herbal nampaknya bisa dimasukkan dalam asupan sehari-hari. Terlebih untuk teh chamomile. Selain memberi efek menenangkan, teh chamomile juga dapat membantu mengurangi risiko kanker tiroid.

Kesimpulan tersebut diperoleh dari studi yang dilakukan terhadap penduduk Athena, Yunani. Dari wawancara yang dilakukan oleh para periset terkait gaya hidup, kebiasaan makan dan minum, dijumpai bahwa mereka yang mengonsumsi lebih banyak teh chamomile dalam waktu lama, jarang mengalami pertumbuhan tumor jinak atau keganasan tiroid.

"Studi ini memang tidak membuktikan teh mencegah kanker, tetapi menambah bukti yang menunjukkan manfaat kesehatan potensial dari diet Mediteranian yang mencakup banyak konsumsi ikan, sayur segar, lemak sehat, serta teh," urai Dr. Athena Linos, peneliti kesehatan lingkungan dari Prolepsis, Yunani.

Mayoritas orang di Yunani, dikatakan Dr. Linos, menjalani diet Mediteranian. Relatif tidak banyak kasus kanker tiroid yang terjadi di Yunani bisa menunjukkan bahwa ada sesuatu dalam dietnya, seperti konsumsi teh, yang menjadi perbedaan ini.

Bersama koleganya, Dr. Linos kemudian melakukan studi atas tingkat kanker dan kebiasaan makan terhadap pasien kanker tiroid yang masuk ke rumah sakit di dua wilayah di Athena. Pasien tersebut dibandingkan dengan orang-orang sehat tanpa kanker tiroid atau memiliki penyakit lain yang tidak berkaitan serta pasien dengan tumor jinak tiroid.

Kepada mereka ditanyakan tentang riwayat kesehatan, diet dan gaya hidup, serta konsumsi alkohol, kopi, dan teh. Kemungkinan timbulnya kanker tiroid atau pertumbuhan tumor jinak trioid diperhitungkan berdasarkan konsumsi teh. Hasilnya dibandingkan untuk konsumsi teh harian dan mingguan.

Para periset menjumpai bahwa ketika konsumsi teh chamomile meningkat, kemungkinan munculnya keganasan tiroid menurun secara nyata. Mereka yang minum teh chamomile 2-6 kali seminggu, sekitar 70 persen cenderung jarang untuk mengalami keabnormalan tiroid. Sementara konsumsi rutin selama 30 tahun, risikonya turun hingga 80 persen.

Selain teh chamomile, para peneliti juga melihat hubungan antara kanker tiroid dengan konsumsi dua teh herbal populer lainnya di Yunani, yaitu teh sage dan teh campuran yang dikenal sebagai teh gunung. Meski menurunkan kemungkinan keganasan, hubungan kedua teh tersebut tidak sekuat seperti teh chamomile.

"Teh herbal, kemungkinan membantu melindungi terhadap kanker atau penyakit lain karena adanya komponen yang berkaitan dengan antioksidan dan khasiat antiinflamasi seperti polifenol dan flavonoid," terang Dr. Betul Hatipoglu, endokrinolog di Cleveland Clinic, Ohio.

Namun tetap, gaya hidup menjadi hal menyeluruh yang perlu dipertimbangkan. Besar kemungkinan, mereka yang mengonsumsi teh herbal juga lebih aktif dan menyantap makanan lebih sehat.

Monday, April 20, 2015

Alternatif Atasi Stress Dengan Minum Teh Manis

JEGEG-BEAUTY, Meski teh manis mengandung kalori tinggi, tapi minuman ini ternyata bisa jadi alternatif mengatasi stres. Demikian penelitian dari para ilmuwan di University of California, Amerika Serikat membuktikan. Mereka menemukan, konsumsi teh manis bisa menekan hormon kortisol yang dilepaskan tubuh ketika stres.

Salah seorang penulis studi Dr. Kevin Laugero mengatakan, penelitian ini melibatkan 19 wanita berusia antara 18 dan 40 tahun. Sebagian kelompok diberi minuman manis usai sarapan, makan siang dan makan malam selama 12 hari. Sedangkan sebagian lagi diberi pemanis buatan atau aspartam.

Para relawan diminta untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman manis lainnya, termasuk jus buah, di luar waktu tersebut. Selama penelitian, para wanita itu diberi tes matematika dan menjalani pemindaian dengan MRI untuk mengukur respon otak terhadap stres. sampel air liur juga digunakan untuk mengukur kadar kortisol. Hasilnya cukup mengejutkan.

"Mungkin minuman manis bisa menekan stres, namun gula menimbulkan efek merugikan, seperti obesitas. Kami khawatir, stres psikologis atas emosional bisa memicu orang-orang mengonsumsi gula berlebihan," kata Laugero, seperti dikutip Dailymail, Senin (20/4/2015).

Thursday, March 26, 2015

Teh Untuk Kencantikan

JEGEG-BEAUTY, Bukan hanya nikmat untuk diminum, teh sudah lama dikenal khasiatnya terhadap kecantikan. Mulai dari menyegarkan mata yang lelah, sampai menyehatkan rambut. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam teh juga bisa membantu Anda memperoleh kecantikan alami.

Berikut manfaat teh yang menguntungkan untuk penampilan Anda:

Pelembab kulit yang baik

Anda mempunyai masalah kulit kering? Semprotkan cairan teh hijau dingin pada wajah Anda. Hal ini akan memberikan kesegaran dan bisa menghilangkan kotoran di wajah sehingga wajah tampak lebih bercahaya.

Menghilangkan kantong mata

Jangan membuang sisa teh celup karena bisa digunakan untuk menghilangkan kantong di bawah mata. Simpan teh celup di kulkas, dinginkan, kemudian taruh di bawah mata. Kandungan kafein dalam teh membantu menyusutkan pembuluh darah di bawah mata sehingga mengurangi bengkak serta lingkaran hitam.

Memberikan kemilau dan volume pada rambut

Ingin rambut berkilau dan tampak bervolume? Bilas rambut Anda dengan menggunakan teh hitam atau teh hijau. Teh hitam dikatakan dapat mengurangi kerusakan, sementara teh hijau mampu merangsang pertumbuhan rambut. Caranya, tuangkan teh dingin pada rambut dan biarkan selama 10 menit. Setelah itu, cuci pakai sampo dan terapkan conditioner ke rambut Anda.

Menghilangkan bau kaki

Bermasalah dengan bau kaki? Jangan hanya menggunakan semprotan penghilang bau kaki, tetapi coba rendam kaki Anda dalam larutan yang terbuat dari rebusan teh hitam. Teh hitam memiliki khasiat antibakteri dan dapat menghentikan keringat kaki yang berujung pada bau kaki. Hal ini juga menutup pori-pori kaki.

Melembutkan kulit pasca-cukur

Apakah kaki Anda berubah menjadi merah dan gatal setelah bercukur? Tempelkan pada kulit kantong teh hitam dingin pada daerah yang gatal dan merah.